Werewolf

Mungkin sudah cukup banyak cerita mahluk mitologi yang beredar di masyarakat. Sebagian mungkin ada yang percaya, sebagian juga mengabaikan. Benarkah mereka ada? Ehmm, tergantung bagaimana anda menyikapinya. Bentuk dan macamnya juga cukup beragam sama halnya dengan manusia yang memiliki ras, suku, dan bangsa. Mulai dari manusia harimau atau manusia beruang di  kawasan asia, manusia hyena  di afrika, manusia coyote di amerika, manusia kadal di australia, serta manusia babi di Indonesia yang kita biasa dengar babi ngepet.

Dari semua cerita-cerita diatas hampir semua memiliki ciri khas dan karakter yang sama. Misalkan perubahan mereka ada yang terjadi di malam hari, gigitan atau darah,adapula yang berubah karena faktor emosional dan kutukan tertentu. Banyak dari mereka yang jika mati dalam wujud binatang, mereka akan kembali lagi berwujud manusia.  Kali ini aku akan sedikit mengulas mahluk yang cukup terkenal yaitu serigala atau bahasa lain werewolf.

Werewolf

Ada sebuah sejarahwan asal yunani di abad 5 masehi bernama Herodotus, ia pernah mengatakan bahwa ada  sebuah penduduk di kawasan yang kini bernama Lithuania dan Poland. Mempunyai kekuatan melebihi manusia pada umumnya, dan mereka juga mampu berubah menjadi serigala . kondisi perubahan itu juga mampu bertahan dalam kurun waktu beberapa hari berturut-turut.

cctv Barbados

Manusia serigala sebenarnya manusia sama seperti manusia pada umumnya. Hanya saja ada dorongan tersendiri mereka selalu memangsa manusia lain. Sekali mereka berubah maka akan menyimpan kekuatan itu selamanya. Pada sebuah abad baru 1 masehi seorang penulis latin bernama Virgil  cukup sering menyebut soal mahluk  ini. Lalu di ikuti Propertius, Servius dan Petronius. Petronius sendiri merupakan seorang kepala dibidang hiburan pada zaman kaisar Nero yang bertutur tentang werewolf dalam bentuk sebuah sastra roman Satrycon.

Dalam sebuah tradisi Roma dan Yunani menganggap bahwa werewolf  adalah hukuman dari dewa. Menurut sebuah kepercayaan Roma dan Yunani kuno ada tiga macam manusia serigala. Pertama, memperoleh kemampuan itu dari kerturunan. Konon, kutukan dari nenek moyang yang menjadikan setiap keturunannya bangsa werewolf. Kedua, adalah orang yang sukarela menginginkan kekuatan itu dan biasanya dengan tujuan jahat. Lalu yang terahir adalah sosok werewolf  berhati lembut dan baik. Disaat kondisinya yang sedang berubah justru membuatnya merasa malu dan menyingkir dari lingkungan manusia normal pada umumnya.

Sebenarnya transforamsi macam ini juga sering dilakukan oleh dukun-dukun tertentu dengan tujuan mengatasi masalah kelompoknya. Misal berubah wujud  menjadi binatang jadi-jadian serupa dengan mahluk yang akan diburu, agar lebih mudah melacak binatang buruan itu. Ada pula yang tidak berubah wujud melainkan meminjam tubuh binatang guna memata-matai, menyantet, atau sekedar menakut-nakuti pihak yang ia targetkan.

penampakan mirip werewolf di Nepal

Berbicara werewolf tidak akan ada habisnya, selalu saja akan muncul banyak argumentasi tentang definisi, sejarah, bahkan keberadaannya. Jika meskipun mereka ada pasti werewolf sendiri sudah banyak bertrasnformasi mengingat zaman dan dinamika bangsa kita sudah semakin maju. Bisa jadi mereka ada di sekitar kita atau mungkin teman dekat kita. Disini aku lebih nyaman menyebut werewolf daripada manusia serigala. Sebenarnya cukup banyak istilah kepada mahluk satu ini beberapa orang di negeri lain juga ada yang menyebut dengan istilah Lycan.

imgur.com

Disini aku masih bercerita sedikit lagi pemahaman tentang Lycan/werewolf  memasuki era modern bahwa  pendapat para dokter, sangat yakin manusia serigala sebenarnya adalah penderita berbagai jenis dan tingkatan gangguan jiwa. Alfonso Ponce de Santa ialah dokter dari Spanyol yang  menyebut sebagai gejala gangguan jiwa. Penyebabnya adalah adanya cairan tertentu yang dihasilkan empedu, yang diduganya telah menyerang otak. Oleh daripada itu ada perbedaan antara makhluk mitos manusia serigala dan penderita kejiwaan (lycanthrope).

tangkapan cctv di spain

Lycanthropy berasal dari kata Yunani lycos artinya serigala dan anthropos atau manusia. Meski ada yang menyebut secara berbeda. Robert Burton pernah menuliskan dalam sebuah buku “The Anatomy of Melancholy (1621)”. Misalnya, menggunakan istilah kegilaan terhadap serigala.

Pada awalnya Lycanthrope digunakan untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi binatang. Namun lama-lama istilah itu digunakan hanya  untuk orang yang berada di alam subnormal yang mampu bertransformasi. Pemahaman itu diperkuat dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu dan di berbagai tempat, bahkan di negara beradab. Menurut pemahaman adalah nafsu selera terhadap daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster.  Namun sayangnya secara nyata penderita Lycanthrope tidak dapat bertransformasi, baik itu suara, dan perilaku menjadi serigala.

Tentang penampilannya yang tetap manusia, pada abad XV – XVI penderita Lycanthrope menunjukan, bahwa bulu-bulu mereka tumbuh di bawah kulit. Seperti yang terjadi di wilayah Padua, Spanyol, tahun 1541.  Ada sebuah cerita bahwa seorang petani di wilayah Padua, Spanyol . Ia dengan kejam membunuh dan mengoyak-ngoyak tubuh beberapa orang korbannya. Saat tertangkap, ia mengatakan dirinya sebagai serigala meski secara fisik tidak berujud binatang yang dimaksud. ia mengatakan tentang  bulu-bulunya tersembunyi di bawah kulit, bukan di atas kulit. Untuk membuktikan ucapannya, penduduk sekitar memotong lengan dan kakinya. Dan hasilnya, hanyalah kekecewaan yang didapat, karena yang ada cuma darah, otot, dan tulang biasa.

Sedangkan  sebuah  buku klasik tentang sadisme, masokisme, dan lycanthropy. Man into Wolf,  karya seorang antropologi Inggris beranama Dr. Robert Eisler mengatakan bahwa Adolf Hitler adalah penderita Lycanthropy. Ia merujuk pada kesaksian bagaimana Sang Fuhrer mempuyai  kebiasaan menggigit karpet saat marah.

Ada sebuah pendapat lagi bahwa werewolf adalah orang yang dengan kekuatan sihir atau mantera khusus dipercaya mampu mengubah diri menjadi serigala. Ia benar-benar serupa dengan serigala baik keganasan maupun kekuatan. Dan Ia mampu bertahan dalam kondisi itu selama beberapa jam saja atau bahkan permanen.

Pendapat itu dinyatakan oleh spiritualis Rose Gladden dengan dasar pemikiran perjalanan astral. “Katakanlah ada orang yang pada dasarnya jahat, suka dengan hal-hal yang mengerikan. Saat ia melakukan perjalanan astral, roh jahat yang banyak berkeliaran bebas di udara akan menangkap, mengubahnya menjadi serigala atau binatang lainnya, dan memanfaatkannya untuk tujuan keji.”

Penutup

Menceritakan mahluk seperti werewolf atau lycan cukup sampai disini. Sedikit cerita yang aku coba ulas, tentang mahluk ini mungkin bisa informatif bagi yang membutuhkan informasi tentang mahluk ini atau hanya sesaat singgah dan membaca cerita perdana ini.

Tinggalkan komentar